Wapmild: corona
Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label corona. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 14, 2020

Tidak Hanya Demam, Batuk, Inilah 5 Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona | Covid-19


Assalamu'alaikum wrwb... semoga ulasan ini dapat bermanfaat iya, yuk mari telisik bareng kawan.

Tidak Hanya Demam, Batuk, Inilah 5 Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona | Covid-19

ilov.eu.org
Cyber Media
Virus corona: Seperti apa gejala Covid-19 dan penjelasan dokter soal penyebaran, dan penyembuhan
Wapmild -
Sekilas mengenai info

Pandemi Corona kini sudah memasuki bulan ke-4 sejak muncul pada akhir Desember 2019 lalu. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk menguak segala hal yang berkaitan dengan virus Corona COVID-19 ini.

Mulai dari faktor risiko, gejala yang muncul, obat, vaksin, dan hal lain yang ada kaitannya antara manusia dengan COVID-19 ini. Seperti yang diketahui sebelumnya, ada berbagai gejala yang bisa menunjukkan seseorang terinfeksi virus tersebut, mulai dari demam, batuk, sesak napas, kehilangan kemampuan penciuman dan perasa, hingga gangguan saraf.

Akan Tapi, ada pun gejala baru lain yang ternyata juga mengarah, mengacu pada COVID-19. Oke Berikut wapmild hendak rangkumin gejala baru yang tidak biasa dari berbagai sumber.

Seorang pria dinyatakan positif COVID-19, tapi tidak mengalami gejala umum seperti batuk-batuk dan sesak napas. Namun, rupanya ia merasakan nyeri di bagian testisnya.

Setelah pemeriksaan X-ray dokter mengatakan testisnya dalam keadaan normal. Saat melakukan CT Scan, dokter menyatakan bahwa dirinya mengalami pneumonia hingga akhirnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Dikutip dari Daily Mail, para dokter di Harvard Medical School tidak mengatakan bahwa nyeri testis adalah salah satu gejala virus Corona, tetapi mengingatkan adanya gejala 'atipikal' dari COVID-19.

Para ahli kulit dari Perancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab yang terjadi pada kulit, bisa jadi gejala infeksi virus Corona. Hal ini dialami oleh beberapa pasien COVID-19 yang ada di negara tersebut dan mengalami rasa gatal.

Gejala yang muncul pada kulit terlihat bintik-bintik merah yang mirip dengan bekas radang dingin. Akhirnya lebih dari 400 dokter kulit dari Uni Nasional Perancis Dermatologis-Venereologis (SNDV) mendesak dokter untuk memeriksa pasien yang memiliki gejala tersebut.

Selain itu, dikutip dari Mirror, Direktur Penyakit Infeksi di ProHealth Care Associates Amerika Serikat, Daniel Griffin mengatakan bahwa rasa seperti terbakar di kulit juga mungkin disebabkan virus Corona. Ia mengatakan, sensasi terbakar ini bisa terjadi karena respon imun terhadap sistem saraf penderitanya.

Gejala lain yang juga dilaporkan terkait COVID-19 adalah intensitas buang air kecil lebih tinggi dari biasanya dan diare. Ahli kesehatan Dr Diana Gall mengatakan hal ini mungkin jadi gejalanya.

"Masalah pencernaan seperti kebiasaan buang air keci atau besar lebih sering memang bisa jadi tanda penyakit lain. Tapi, diare sendiri sudah dilaporkan sebagai gejala awal pasien positif COVID-19," ujarnya yang dikutip dari The Sun.

Menurut studi yang diterbitkan oleh American Journal Gastroenterology, setelah menganalisis 204 pasien COVID-19 di Hubei, China, menemukan bahwa hampir 50 persennya mengalami diare, muntah, atau nyeri pada perut di awal gejala.

Beberapa orang yang positif COVID-19 juga mengalami gejala kabut otak atau kelelahan mental. Meskipun belum dipastikan secara resmi, tapi hal ini dialami oleh beberapa pasien COVID-19, salah satunya Thea Jourdan.

Mengutip dari The Sun, ia mengalami kabut otak yang diawali dengan merasa lelah yang hanya ingin tetap di tempat tidur. Ia tidak batuk dan demam, tapi ia merasakan sensasi seperti mengirup bedak di paru-paru.

"Aku juga punya kabut otak. Aku bahkan tidak bisa mengisi formulir dari sekolah anak-anakku. Aku hanya ingin tidur," jelasnnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hampir 40 persen dari 60 ribu pasien positif virus Corona mengalami kelelahan yang ekstrim di awal gejala. Dikutip dari CNN, rasa lelah yang ekstrim ini bisa berlanjut sampai virus itu hilang dari tubuh.

Beberapa orang yang sudah pulih dari virus Corona COVID-19 mengatakan, bahwa rasa lelah yang ekstrim terus berlanjut. Bahkan selama masa pemulihan pun masih terasakan.



Nhaa demikian rangkuman sekelumit mengenai virus corona yg sedang mewabah, semoga ini dpt memberikan pengetahuan untuk anda, akhir kata salam santun.

Senin, April 13, 2020

Data PHK karena Corona | Bakal Permulus Pembahasan Omnibus Law



Data PHK karena Corona Bakal Permulus Pembahasan Omnibus Law?

ilov.eu.org
Cyber Media



Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020. Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum buruh dengan mudahnya buruh di PHK serta pemberlakuan upah hanya bedasarkan jam kerja.


ilov.eu.org, Di Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI memprotes data Kementerian Ketenagakerjaan tentang buruh yang terdampak pelemahan ekonomi karena virus corona. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan data tersebut tidak transparan dan tidak diklasifikasikan berdasarkan sektor-sektornya.

"Ini kami duga menyesatkan dan ada agenda lain di balik itu kalau digeneralisasi," ujar Said saat dihubungi Wartawan pada Senin, 13 April 2020.

Said curiga, data Kementerian ini akan digunakan oleh legislator untuk memuluskan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja. Sebab, dengan adanya data yang menunjukkan telah terjadi banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK imbas wabah tersebut, legislator akan menganggap rancangan undang-undang ini merupakan salah satu jalan keluar.

Apalagi, kata Said, poin dalam RUU tersebut memungkinkan pemerintah melonggarkan pelbagai peraturan bagi investor. Pasal-pasal di dalamnya, kata dia, juga bisa menjadi pembenaran bagi asosiasi pengusaha untuk meminta pemerintah segera menerbitkan rancangan beleid tersebut dalam situasi sulit.

"Kita lihat pasal-pasal di dalam omnibus law sama persis dengan yang diminta kalangan pengusaha saat ini," ujarnya.

Said meminta, Kementerian Ketenagakerjaan memilah data PHK dan jumlah karyawan dirumahkan menjadi dua kategori. Pertama, sektor pariwisata dan turunannya. Kedua, sektor manufaktur. Pemilahan ini penting untuk menunjukkan bahwa sektor yang paling terdampak virus corona adalah pariwisata.

Hal tersebut juga diharapkan dapat meredam kerisauan buruh terhadap efek yang ditimbulkan dari munculnya data itu.
Musababnya, ia memprediksi, data ini akan digeneralisasi oleh pengusaha di semua sektor untuk mengurangi THR dan pesangon.

Dikonfirmasi perihal pernyataan KSPI, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah belum bersuara. Pesan yang dikirimkan Tempo sejak Senin, 13 April, belum ia respons

Majalah Tempo edisi 11 April 2020 menulis, pekan lalu, jumlah pekerja terdampak virus Corona menurut data Kementerian Ketenagakerjaan sudah mencapai 1,2 juta orang. Masing-masing daerah mencatat angka yang berbeda.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, misalnya, merekap, sebanyak hampir 50 ribu pekerja diliburkan dan dirumahkan. Sedangkan 5.047 orang lainnya terkena PHK.

Tak jauh beda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada Senin, 6 Maret, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 191 perusahaan memecat sedikitnya 24 ribu pekerja. Sedangkan di Jawa Timur, 18 ribu pekerja dari 151 perusahaan terdampak karena pagebluk ini.

Di Ibu Kota, gelombang ini terasa lebih fantastis. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat sekitar 132 ribu pekerja dirumahkan. Sedangkan 30 ribu lainnya diberhentikan. Mereka yang terhantam imbas corona ini berasal dari 18.045 perusahaan.

Gelombang PHK memang menjadi momok baru di dunia selain virus yang menyerang itu sendiri. Organisasi Buruh Internasional atau ILO, pada Maret lalu, menyerukan agar dunia menggenjot program jejaring pengamanan sosial. Negara-negara juga diminta mengintervensi industri lewat kebijakan untuk menanggulangi besarnya lonjakan potensi penganguran.

ILO menaksir, pada masa awal, jumlah pengangguran di dunia bertambah 24,7 juta orang dari tahun lalu yang sebanyak 188 juta. Estimasi ini melampaui dampak krisis ekonomi 2008 yang kala itu hanya memicu pertambahan pengangguran sebanyak 22 juta orang.

Pandemi Covid-19 Ternyata Kian Massif, Begini Cara Cegah Penularannya Baca!




Pandemi Covid-19 Ternyata Kian Massif, Begini Cara Cegah Penularannya Baca!

ilov.eu.org
Cyber Media
Ilustrasi cegah Covid-19 di transportasi umum.

ILOV.EU.ORG Sudah Lebih dari 4.000 orang telah teridentifikasi positif virus Corona, atau Covid-19 Dan di Indonesia. Sekarang Jumlah ini diprediksi terus bertambah setiap harinya.

Sudah Sekitar 50 persen dari jumlah korban virus tersebut ada di DKI Jakarta. Hal ini lah yang membuat ibu kota Negara kita berstatus sebagai zona merah.

Akan Tetapi Dalam merespons hal itu, Bpk,Presiden RI Joko Widodo telah mengimbau masyarakat agar belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Tepat Pada Selasa (31/3/2020), pemerintah pun telah memberlakukan status kedaruratan kesehatan masyarakat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau istilah populernya ( PSBB) Demi untuk memutus rantai penularan virus tersebut.

Karna Covid-19 tidak selalu memunculkan gejala pada diri seseorang, sehingga Anda akan sulit mendeteksi siapa yang sudah tertular.

Dilansir dari laman resmi WHO, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19 itu.

Langkah awal atau Pertama, cuci tangan sesering mungkin selama 20 detik dengan sabun atau hand sanitizer. Cara mudah ini dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

Kedua, menerapkan physical distancing dengan jaga jarak fisik minimal satu meter atau tetap di rumah.

Ketiga, gunakanlah masker. Pasalnya Virus Covid-19 tersebut tidak selalu menunjukkan gejala sakit, sehingga penggunaan masker dianjurkan pada setiap orang saat keluar rumah.

Ke empat, jagalah imunitas tubuh dengan vitamin E serta vitamin C. Karna Selain menjaga jarak fisik, ini penting bagi seseorang untuk menguatkan sistem imun tubuhnya dengan asupan makanan bernutrisi atau konsumsi suplemen.

Dilansir dari Grid.id, Sabtu (21/3/2020), ahli virus atau virologis dr. Mohammad Indro Cahyono menyebutkan satu butir per hari vitamin C dan E itu dapat meningkatkan dua hingga tiga kali lipat sistem imun tubuh kita.

Vitamin C dan E juga bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas itu adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Dan Kabar baiknya, gini lhoo… ada kelebihan lain yg dimiliki vitamin E, yaitu bisa dapat mencegah infeksi virus. Karna infeksi virus Covid-19 itu dapat memperburuk kondisi seseorang dengan penyakit bawaan, sehingga butuh vitamin E dengan dosis yang cukup kawan.

Menurut riset yang dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition pada 1990, disebutkan mengonsumsi suplemen vitamin E jangka pendek akan tingkatkan daya tanggap kekebalan tubuh orang dewasa yang sehat.

iya benar Karena itulah, sistem imun tubuh yang baik akan melindungi diri dari serangan virus dan penyakit.

Akan Tetapi Sayangnya, orang Indonesia hanya mengonsumsi vitamin E rata-rata 10,4 hingga 13,4 IU per hari dari makanan. Padahal vitamin E yang dibutuhkan tubuh rata-rata 200 hingga 300 IU per hari.

Yups STOP Jangan panik dulu! Anda bisa kok, penuhi asupan vitamin E dengan suplemen yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh seperti Ever E 250.

Suplemen tersebut mengandung vitamin E 250 IU yang Halal Bersertifikat MUI dan bebas Gelatin (bahan kulit atau tulang hewan). Itu karena cangkangnya terbuat dari rumput laut yang terjamin kehalalannya, sehingga aman bagi vegan dan ibu hamil.

Anda dapat langsung mengecek manfaat selengkapnya dari Ever E 250 dalam meningkatkan imunitas tubuh pada infografik di bawah atau klik link Rujukan ini.

EverE250 bisa didapat di apotek terdekat seperti Kimia Farma, K24, atau minimarket Alfamart dan Indomaret. Bisa juga melalui distributor PT Marga Nusantara Jaya.

Sekarang, Anda bisa berkontribusi memutus rantai penularan virus Covid-19. Mulai dari diri sendiri dengan menjaga kebersihan tubuh, melaksanakan physical distancing, dan memenuhi asupan nutrisi.

Jangan lupa ya, tetap di rumah saja!

Yang Lagi Viral, Pria Ini Ajak Berkelahi Warga Hanya Gara-gara Tidak Terima Di ingatkan Pakai Masker


Yang Lagi Viral, Pria Ini Ajak Berkelahi Warga Hanya Gara-gara Tidak Terima Di ingatkan Pakai Masker

ilov.eu.org Cyber Media
Image
TerTangkap layar Dengan video, seorang pria hampir Saja adu jotos dengan warga Lainnya di daerah Bogor. | Instagram/@fakta.indo

ILOV.EU.ORG, Ada Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yg ingin berkelahi dengan warga di Kompleks Taman Rezeki daerah Cibinong, Kabupaten nya di media sosial.

Video setelah diposting akun @fakta.indo pada Senin (13/4/2020). Video telah ditonton lebih dari 200 ribu kali lebih sejak dua jam diposting.

Dan Dalam video jelas terlihat, pria berbaju biru mengajak berkelahi warga. Wargapun sempat terpancing emosinya, beruntungnya ada sekuriti yang melerainya.

Dalam keterangan video yang diposting akun @fakta.indo itu, dijelaskan bahwa pria berbaju biru mengajak berkelahi warga karena tidak terima diingatkan pakai masker. Padahal, warga Kompleks Taman Rezeki sepakat bila memasuki areanya wajib mengenakan masker guna mencegah penularan wabah virus Corona atau Covid-19.

"Tak terima ditegur agar pake masker, pria berbaju biru ini ribut dengan warga. Pria berkaos biru yang mengaku kerja di Mabes itu, ngeyel masuk ke kompleks tidak pakai masker, cuma ditentengin maskernya. Kejadian di Kompleks Taman Rezeki Cibinong, Kab. , pukul 10.15 WIB," tulis akun @fakta.indo (instagram).

Akun tersebut mengingatkan semua pihak agar mentaati imbauan pemerintah, salah satunya mengenakan masker ketika beraktivitas.

"Presiden RI aja pake masker. Salam damai," tuturnya.

Warganet pun yang melihat kejadian itu tampak geram dengan aksi pria berbaju biru tersebut. Mereka berharap pria itu meminta maaf sesegera mungkin.

"Ditunggu minta maaf sama muka polosnya," tulis Bayu.

"Ditunggu permintaan maafnya sambil nangis-nangis," timpal Nanang.

Nhaaa… dari kejadian ini Sooo/! marilah kita mawas diri untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut, agar kita sebagai manusia yg bijak tau diri dan mampu memahami segala situasi, demikian tulisan ini semoga bermanfaat, salam santun.

Sabtu, Februari 01, 2020

Virus Corona | Penyakit Korona Definisi, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

Virus Corona: Definisi, Gejala, Pengobatan, Pencegahan

virus corona penyakit korona

Dilansir dari Sky News, 18 orang warga negara China di wuhan dipastikan meninggal dunia akibat infeksi virus Corona. Virus berbahaya ini sedang menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia oleh karena penularannya yang mulai terjadi secara masif. Lantas, apa itu virus Corona beserta penyakit yang ditimbulkannya? Simak informasinya berikut ini!



Apa Itu Virus Corona?

Virus Corona adalah jenis virus dari famili Coronaviridae yang bisa menginfeksi sistem pernapasan baik manusia maupun hewan. Kendati demikian, virus ini lebih banyak ditemukan pada hewan. Virus Corona pertama kali teridentifikasi pada periode 1960-an. Diberi nama Corona oleh karena struktur tubuhnya yang tampak menyerupai mahkota.  

Selain bentuknya yang menyerupai mahkota ( crown-like virus ), struktur tubuh Coronavirus terdiri dari membran, glikoprotein, selubung lipid bilayer, nukleokapsid, dan genom RNA positif.

Secara umum, virus Corona atau Coronavirus terdiri dari 4 subtipe yakni alpha, beta, gamma, dan delta yang mana keempat subtipe tersebut dibagi lagi menjadi 7 (tujuh) jenis virus, yaitu:

  • 229E
  • NL63
  • OC43
  • HKU1
  • MERS-CoV (Penyebab penyakit Middle East Respiratory Syndrome, atau MERS)
  • SARS-CoV (Penyebab penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome, atau SARS)
  • 2019-nCoV

Jenis Coronavirus terakhir inilah yang kini sedang menjadi kekhawatiran warga dunia. Pelaporan wabah Virus Corona 2019-nCoV—disebut juga virus Corona ‘baru’— pertama kali diterima oleh WHO pada 31 Desember 2019. Lokasinya ada di negara China, tepatnya di kota Wuhan yang merupakan bagian dari provinsi Hubei.

Hingga kemarin, sebagaimana diberitakan oleh Anadolu Agency, tercatat tak kurang dari 650 warga China dinyatakan positif terinfeksi virus Corona di mana 18 orang di antaranya telah meninggal dunia. Parahnya, virus yang dikabarkan berasal dari hewan ular ini telah menyebar hingga ke luar wilayah Negeri Tirai Bambu tersebut.

Kasus Virus Corona ‘Baru’ di Negara Lain

Dilaporkan oleh Bloomberg, pemerintah Singapura telah mengkonfirmasi satu kasus wabah Coronavirus di negaranya tersebut.

Tidak hanya Singapura, negara tetangga Indonesia lainnya yakni Thailand juga melaporkan bahwa salah satu warganya sudah positif terjangkit wabah virus Corona, sebagaimana diberitakan oleh Bangkok Post.

Penyakit Akibat Infeksi Virus Corona

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Coronavirus menyerang sistem pernapasan. Dampak dari infeksi virus ini ada yang bersifat ringan hingga berat sekalipun hingga menyebabkan kematian pada penderitanya.

Berikut ini adalah 3 (tiga) jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Corona untuk Anda waspadai.

1. Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Penyakit akibat infeksi Coronavirus yang pertama adalah Middle east respiratory syndrome atau disingkat MERS.

Penyakit yang pertama kali muncul di negara Arab Saudi dan sejumlah negara Timur Tengah lainnya (itu sebabnya penyakit ini dinamai MERS) pada tahun 2012 tersebut— sebagaimana dilansir dari WebMD— telah menyebabkan 858 orang meninggal dunia.

Jumlah korban tewas MERS tersebut termasuk dari negara-negara lainnya di luar Saudi Arabia dan sekitarnya, termasuk Amerika Serikat.

2. Severe Acute Respiratory Syndrome ( SARS)

Jauh sebelum wabah MERS muncul, tepatnya di tahun 2003, ada juga penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh infeksi Coronavirus.

Adalah SARS, atau Severe Acute Respiratory Syndrome. Sama seperti MERS, penyakit ini telah memakan banyak korban jiwa, tepatnya 774 orang dari berbagai negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa. Wabah penyakit SARS baru dinyatakan berakhir pada tahun 2015, berdasarkan tidak adanya laporan kasus yang diterima.

3 . Wuhan Coronavirus

Sesuai dengan namanya, wabah virus Corona yang satu ini berasal dari kota Wuhan di Provinsi Hubei, China.

Badan Kesehatan Dunia WHO selanjutnya memberi nama virus ini novel Coronavirus (2019-nCoV). Tercatat sudah ada 18 orang meninggal dunia akibat infeksi Wuhan Coronavirus. Wabah penyakit tersebut diperkirakan masih terus berlanjut seiring temuan-temuan kasus baru yang bahkan sudah sampai ke negara-negara lain.

Kendati demikian, mengutip dari Sky News, WHO sendiri sampai saat ini belum memberikan status penyakit global (pandemik) pada wabah tersebut.

Cara Penularan Virus Corona

Virus Corona dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia itu sendiri. Berikut adalah cara penularan Coronavirus yang paling umum:

  • Kontak langsung dengan penderita
  • Terpapar liur penderita (ciuman, batuk, bersin)
  • Menyentuh benda-benda yang terkontaminasi (kasur, bantal, guling, sofa, meja, dsb.)

Faktor Risiko Virus Corona

Coronavirus bisa menyerang siapa saja, tak peduli usia maupun jenis kelamin. Akan tetapi, ada sejumlah faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terinfeksi virus ini, yaitu:

  • Orang lanjut usia
  • Anak-anak
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah

Ciri dan Gejala Virus Corona

Infeksi Coronavirus ditandai oleh gejala yang awalnya tampak seperti gejala flu pada umumnya. Berikut adalah gejala virus Corona yang harus Anda waspadai:

  • Demam
  • Hidung tersumbat
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan

Tidak adanya perbedaan gejala antara infeksi Coronavirus dengan infeksi virus flu biasa (Rhinovirus) ini membuat Anda untuk sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut, terutama jika gejala sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan tak kunjung sembuh setelah diberikan obat-obatan umum.

Diagnosis Virus Corona

Guna memastikan apakah keluhan yang Anda alami terkait dengan Coronavirus, dokter perlu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan, yang meliputi”

  • Anamnesis, adalah tahapan di mana dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan keluhan yang dirasakan
  • Pemeriksaan fisik, adalah tahapan di mana dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien yang sekiranya dapat mengarah pada adanya infeksi. Di tahap ini, pasien juga diperiksa tekanan darah, tinggi, dan berat badannya
  • Pemeriksaan penunjang, adalah tahap lanjutan untuk menguatkan hasil diagnosis. Jenis pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan seperti uji sampel darah dan biopsi sampe liur

Pengobatan Infeksi Virus Corona

Khusus infeksi virus 2019-nCoV, para ilmuwan sampai saat ini belum menemukan vaksin yang dapat melawan serangannya, mengingat wabahnya terbilang baru.

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan penanganan medis sedini mungkin sebelum kondisi bertambah parah. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika merasa mengalami gejala infeksi seperti yang sudah disebutkan di atas, terlebih jika Anda memiliki faktor risikonya.

Beberapa cara mengobati infeksi Wuhan Coronavirus adalah sebagai berikut:

  • Pemberian obat-obatan khusus flu dan demam (aspirin, ibuprofen, acetaminophen, dsb.)
  • Perbanyak asupan cairan ke dalam tubuh
  • Istirahat yang cukup

Guna menghindari penyebaran virus lebih luas, dokter mungkin saja akan menyarankan pasien untuk diisolasi di ruangan khusus selama masa pengobatan.

Pencegahan Infeksi Virus Corona

Infeksi Coronavirus dapat dicegah dengan cara-cara seperti berikut ini:

  • Menghindari kontak dengan penderita infeksi
  • Gunakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan
  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat secara rutin
  • Batasi kontak antara tangan dengan mata, hidung, dan mulut
  • Banyak minum air putih
  • Banyak makan buah, sayuran, dan suplemen vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh

Komplikasi Infeksi Virus Corona

Virus ini jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius berupa:

  • Infeksi paru-paru (pneumonia)
  • Kematian

Itu dia informasi mengenai  Coronavirus  yang perlu Anda ketahui. Nha Jaga selalu kesehatan dan tetap waspada, ya Shobt!