Wapmild: info
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 14, 2020

Tidak Hanya Demam, Batuk, Inilah 5 Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona | Covid-19


Assalamu'alaikum wrwb... semoga ulasan ini dapat bermanfaat iya, yuk mari telisik bareng kawan.

Tidak Hanya Demam, Batuk, Inilah 5 Gejala Lain Saat Terinfeksi Virus Corona | Covid-19

ilov.eu.org
Cyber Media
Virus corona: Seperti apa gejala Covid-19 dan penjelasan dokter soal penyebaran, dan penyembuhan
Wapmild -
Sekilas mengenai info

Pandemi Corona kini sudah memasuki bulan ke-4 sejak muncul pada akhir Desember 2019 lalu. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk menguak segala hal yang berkaitan dengan virus Corona COVID-19 ini.

Mulai dari faktor risiko, gejala yang muncul, obat, vaksin, dan hal lain yang ada kaitannya antara manusia dengan COVID-19 ini. Seperti yang diketahui sebelumnya, ada berbagai gejala yang bisa menunjukkan seseorang terinfeksi virus tersebut, mulai dari demam, batuk, sesak napas, kehilangan kemampuan penciuman dan perasa, hingga gangguan saraf.

Akan Tapi, ada pun gejala baru lain yang ternyata juga mengarah, mengacu pada COVID-19. Oke Berikut wapmild hendak rangkumin gejala baru yang tidak biasa dari berbagai sumber.

Seorang pria dinyatakan positif COVID-19, tapi tidak mengalami gejala umum seperti batuk-batuk dan sesak napas. Namun, rupanya ia merasakan nyeri di bagian testisnya.

Setelah pemeriksaan X-ray dokter mengatakan testisnya dalam keadaan normal. Saat melakukan CT Scan, dokter menyatakan bahwa dirinya mengalami pneumonia hingga akhirnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Dikutip dari Daily Mail, para dokter di Harvard Medical School tidak mengatakan bahwa nyeri testis adalah salah satu gejala virus Corona, tetapi mengingatkan adanya gejala 'atipikal' dari COVID-19.

Para ahli kulit dari Perancis percaya bahwa ruam dan gatal tanpa sebab yang terjadi pada kulit, bisa jadi gejala infeksi virus Corona. Hal ini dialami oleh beberapa pasien COVID-19 yang ada di negara tersebut dan mengalami rasa gatal.

Gejala yang muncul pada kulit terlihat bintik-bintik merah yang mirip dengan bekas radang dingin. Akhirnya lebih dari 400 dokter kulit dari Uni Nasional Perancis Dermatologis-Venereologis (SNDV) mendesak dokter untuk memeriksa pasien yang memiliki gejala tersebut.

Selain itu, dikutip dari Mirror, Direktur Penyakit Infeksi di ProHealth Care Associates Amerika Serikat, Daniel Griffin mengatakan bahwa rasa seperti terbakar di kulit juga mungkin disebabkan virus Corona. Ia mengatakan, sensasi terbakar ini bisa terjadi karena respon imun terhadap sistem saraf penderitanya.

Gejala lain yang juga dilaporkan terkait COVID-19 adalah intensitas buang air kecil lebih tinggi dari biasanya dan diare. Ahli kesehatan Dr Diana Gall mengatakan hal ini mungkin jadi gejalanya.

"Masalah pencernaan seperti kebiasaan buang air keci atau besar lebih sering memang bisa jadi tanda penyakit lain. Tapi, diare sendiri sudah dilaporkan sebagai gejala awal pasien positif COVID-19," ujarnya yang dikutip dari The Sun.

Menurut studi yang diterbitkan oleh American Journal Gastroenterology, setelah menganalisis 204 pasien COVID-19 di Hubei, China, menemukan bahwa hampir 50 persennya mengalami diare, muntah, atau nyeri pada perut di awal gejala.

Beberapa orang yang positif COVID-19 juga mengalami gejala kabut otak atau kelelahan mental. Meskipun belum dipastikan secara resmi, tapi hal ini dialami oleh beberapa pasien COVID-19, salah satunya Thea Jourdan.

Mengutip dari The Sun, ia mengalami kabut otak yang diawali dengan merasa lelah yang hanya ingin tetap di tempat tidur. Ia tidak batuk dan demam, tapi ia merasakan sensasi seperti mengirup bedak di paru-paru.

"Aku juga punya kabut otak. Aku bahkan tidak bisa mengisi formulir dari sekolah anak-anakku. Aku hanya ingin tidur," jelasnnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa hampir 40 persen dari 60 ribu pasien positif virus Corona mengalami kelelahan yang ekstrim di awal gejala. Dikutip dari CNN, rasa lelah yang ekstrim ini bisa berlanjut sampai virus itu hilang dari tubuh.

Beberapa orang yang sudah pulih dari virus Corona COVID-19 mengatakan, bahwa rasa lelah yang ekstrim terus berlanjut. Bahkan selama masa pemulihan pun masih terasakan.



Nhaa demikian rangkuman sekelumit mengenai virus corona yg sedang mewabah, semoga ini dpt memberikan pengetahuan untuk anda, akhir kata salam santun.

Internet Gratis | DPR Minta Pemerintah Gratiskan Internet Kala PSBB



Internet Gratis | DPR Minta Pemerintah Gratiskan Internet Kala PSBB

ilov.eu.org
Cyber Media
DPR Minta Pemerintah Gratiskan Internet Kala PSBB

Gambar Detik.Net.id Jakarta, Langsiran dari CNN Indonesia -- Komisi I DPR meminta agar pemerintah memberikan internet gratis pasca kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat masyarakat harus bekerja hingga belajar dari rumah akibat pandemi Covid-19 untuk kurangi infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Anggota Komisi I DPR, Sukamta meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar internet bisa digratiskan selama masa pandemi, kurang lebih tiga hingga empat minggu.

"Sudah semestinya pemerintah meringankan beban mereka dengan memfasilitasi internet gratis kepada warga, bukan badan usaha, selama wabah Covid-19," kata Sukamta saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (13/4).

Sukamta juga menjelaskan pemerintah perlu mengakomodasi pulsa seluler gratis bagi para mitra ojek online karena lonjakan jumlah pesanan makanan hingga barang kala PSBB.

"Ketika semua warga diminta stay at home, merekalah yang berjibaku menjadi pengantar mobilitas barang-barang pesanan warga," kata Sukamta.

Sukamta mengatakan beban tagihan internet dan pulsa masyarakat dapat dipastikan naik dengan adanya kebijakan PSBB. Beban ini juga semakin mempersulit kehidupan warga pekerjaannya terusik akibat PSBB, misalnya guru honorer hingga kuli bangunan.

"Supaya ada kekurangan beban rakyat. Sebab, beban pulsa naik. Apalagi banyak orang kirim video-video file besar. Semoga program kerja dari rumah ini bisa sukses. Pak Menteri bisa dapat kredit poin besar. Saya kira internet harus dibebaskan alias gratis," kata Sukamta.

Sukamta juga mengatakan Kemenkominfo harus menjamin kecepatan internet di Indonesia dengan semakin meningkatnya lalu lintas data. Melonjaknya penggunaan  internet menyebabkan kecepatan internet dunia melambat.

Laporan Ookla perusahaan penguji kecepatan internet, menyebutkan terjadinya perlambatan kecepatan internet di Malaysia dan India hingga di bawah 80 Mbps. Tak ubahnya di kedua negara tersebut, Sukamta mengatakan kecepatan internet Indonesia juga bisa melambat.

"Di Indonesia juga kemungkinan besar bisa berpotensi melambat, makanya pemerintah perlu antisipasi sejak dini, misalnya dengan menambah kuota supaya traffic internet masih bisa tertangani," kata Sukmata.

Senin, April 13, 2020

Data PHK karena Corona | Bakal Permulus Pembahasan Omnibus Law



Data PHK karena Corona Bakal Permulus Pembahasan Omnibus Law?

ilov.eu.org
Cyber Media



Sejumlah buruh mengikuti aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020. Aksi tersebut menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja sebab isinya dinilai akan merugikan kepentingan kaum buruh dengan mudahnya buruh di PHK serta pemberlakuan upah hanya bedasarkan jam kerja.


ilov.eu.org, Di Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI memprotes data Kementerian Ketenagakerjaan tentang buruh yang terdampak pelemahan ekonomi karena virus corona. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan data tersebut tidak transparan dan tidak diklasifikasikan berdasarkan sektor-sektornya.

"Ini kami duga menyesatkan dan ada agenda lain di balik itu kalau digeneralisasi," ujar Said saat dihubungi Wartawan pada Senin, 13 April 2020.

Said curiga, data Kementerian ini akan digunakan oleh legislator untuk memuluskan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja. Sebab, dengan adanya data yang menunjukkan telah terjadi banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK imbas wabah tersebut, legislator akan menganggap rancangan undang-undang ini merupakan salah satu jalan keluar.

Apalagi, kata Said, poin dalam RUU tersebut memungkinkan pemerintah melonggarkan pelbagai peraturan bagi investor. Pasal-pasal di dalamnya, kata dia, juga bisa menjadi pembenaran bagi asosiasi pengusaha untuk meminta pemerintah segera menerbitkan rancangan beleid tersebut dalam situasi sulit.

"Kita lihat pasal-pasal di dalam omnibus law sama persis dengan yang diminta kalangan pengusaha saat ini," ujarnya.

Said meminta, Kementerian Ketenagakerjaan memilah data PHK dan jumlah karyawan dirumahkan menjadi dua kategori. Pertama, sektor pariwisata dan turunannya. Kedua, sektor manufaktur. Pemilahan ini penting untuk menunjukkan bahwa sektor yang paling terdampak virus corona adalah pariwisata.

Hal tersebut juga diharapkan dapat meredam kerisauan buruh terhadap efek yang ditimbulkan dari munculnya data itu.
Musababnya, ia memprediksi, data ini akan digeneralisasi oleh pengusaha di semua sektor untuk mengurangi THR dan pesangon.

Dikonfirmasi perihal pernyataan KSPI, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah belum bersuara. Pesan yang dikirimkan Tempo sejak Senin, 13 April, belum ia respons

Majalah Tempo edisi 11 April 2020 menulis, pekan lalu, jumlah pekerja terdampak virus Corona menurut data Kementerian Ketenagakerjaan sudah mencapai 1,2 juta orang. Masing-masing daerah mencatat angka yang berbeda.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, misalnya, merekap, sebanyak hampir 50 ribu pekerja diliburkan dan dirumahkan. Sedangkan 5.047 orang lainnya terkena PHK.

Tak jauh beda dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada Senin, 6 Maret, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 191 perusahaan memecat sedikitnya 24 ribu pekerja. Sedangkan di Jawa Timur, 18 ribu pekerja dari 151 perusahaan terdampak karena pagebluk ini.

Di Ibu Kota, gelombang ini terasa lebih fantastis. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta mencatat sekitar 132 ribu pekerja dirumahkan. Sedangkan 30 ribu lainnya diberhentikan. Mereka yang terhantam imbas corona ini berasal dari 18.045 perusahaan.

Gelombang PHK memang menjadi momok baru di dunia selain virus yang menyerang itu sendiri. Organisasi Buruh Internasional atau ILO, pada Maret lalu, menyerukan agar dunia menggenjot program jejaring pengamanan sosial. Negara-negara juga diminta mengintervensi industri lewat kebijakan untuk menanggulangi besarnya lonjakan potensi penganguran.

ILO menaksir, pada masa awal, jumlah pengangguran di dunia bertambah 24,7 juta orang dari tahun lalu yang sebanyak 188 juta. Estimasi ini melampaui dampak krisis ekonomi 2008 yang kala itu hanya memicu pertambahan pengangguran sebanyak 22 juta orang.

Pandemi Covid-19 Ternyata Kian Massif, Begini Cara Cegah Penularannya Baca!




Pandemi Covid-19 Ternyata Kian Massif, Begini Cara Cegah Penularannya Baca!

ilov.eu.org
Cyber Media
Ilustrasi cegah Covid-19 di transportasi umum.

ILOV.EU.ORG Sudah Lebih dari 4.000 orang telah teridentifikasi positif virus Corona, atau Covid-19 Dan di Indonesia. Sekarang Jumlah ini diprediksi terus bertambah setiap harinya.

Sudah Sekitar 50 persen dari jumlah korban virus tersebut ada di DKI Jakarta. Hal ini lah yang membuat ibu kota Negara kita berstatus sebagai zona merah.

Akan Tetapi Dalam merespons hal itu, Bpk,Presiden RI Joko Widodo telah mengimbau masyarakat agar belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Tepat Pada Selasa (31/3/2020), pemerintah pun telah memberlakukan status kedaruratan kesehatan masyarakat dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau istilah populernya ( PSBB) Demi untuk memutus rantai penularan virus tersebut.

Karna Covid-19 tidak selalu memunculkan gejala pada diri seseorang, sehingga Anda akan sulit mendeteksi siapa yang sudah tertular.

Dilansir dari laman resmi WHO, ada beberapa cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19 itu.

Langkah awal atau Pertama, cuci tangan sesering mungkin selama 20 detik dengan sabun atau hand sanitizer. Cara mudah ini dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

Kedua, menerapkan physical distancing dengan jaga jarak fisik minimal satu meter atau tetap di rumah.

Ketiga, gunakanlah masker. Pasalnya Virus Covid-19 tersebut tidak selalu menunjukkan gejala sakit, sehingga penggunaan masker dianjurkan pada setiap orang saat keluar rumah.

Ke empat, jagalah imunitas tubuh dengan vitamin E serta vitamin C. Karna Selain menjaga jarak fisik, ini penting bagi seseorang untuk menguatkan sistem imun tubuhnya dengan asupan makanan bernutrisi atau konsumsi suplemen.

Dilansir dari Grid.id, Sabtu (21/3/2020), ahli virus atau virologis dr. Mohammad Indro Cahyono menyebutkan satu butir per hari vitamin C dan E itu dapat meningkatkan dua hingga tiga kali lipat sistem imun tubuh kita.

Vitamin C dan E juga bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas. Radikal bebas itu adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Dan Kabar baiknya, gini lhoo… ada kelebihan lain yg dimiliki vitamin E, yaitu bisa dapat mencegah infeksi virus. Karna infeksi virus Covid-19 itu dapat memperburuk kondisi seseorang dengan penyakit bawaan, sehingga butuh vitamin E dengan dosis yang cukup kawan.

Menurut riset yang dipublikasikan The American Journal of Clinical Nutrition pada 1990, disebutkan mengonsumsi suplemen vitamin E jangka pendek akan tingkatkan daya tanggap kekebalan tubuh orang dewasa yang sehat.

iya benar Karena itulah, sistem imun tubuh yang baik akan melindungi diri dari serangan virus dan penyakit.

Akan Tetapi Sayangnya, orang Indonesia hanya mengonsumsi vitamin E rata-rata 10,4 hingga 13,4 IU per hari dari makanan. Padahal vitamin E yang dibutuhkan tubuh rata-rata 200 hingga 300 IU per hari.

Yups STOP Jangan panik dulu! Anda bisa kok, penuhi asupan vitamin E dengan suplemen yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh seperti Ever E 250.

Suplemen tersebut mengandung vitamin E 250 IU yang Halal Bersertifikat MUI dan bebas Gelatin (bahan kulit atau tulang hewan). Itu karena cangkangnya terbuat dari rumput laut yang terjamin kehalalannya, sehingga aman bagi vegan dan ibu hamil.

Anda dapat langsung mengecek manfaat selengkapnya dari Ever E 250 dalam meningkatkan imunitas tubuh pada infografik di bawah atau klik link Rujukan ini.

EverE250 bisa didapat di apotek terdekat seperti Kimia Farma, K24, atau minimarket Alfamart dan Indomaret. Bisa juga melalui distributor PT Marga Nusantara Jaya.

Sekarang, Anda bisa berkontribusi memutus rantai penularan virus Covid-19. Mulai dari diri sendiri dengan menjaga kebersihan tubuh, melaksanakan physical distancing, dan memenuhi asupan nutrisi.

Jangan lupa ya, tetap di rumah saja!

Yang Lagi Viral, Pria Ini Ajak Berkelahi Warga Hanya Gara-gara Tidak Terima Di ingatkan Pakai Masker


Yang Lagi Viral, Pria Ini Ajak Berkelahi Warga Hanya Gara-gara Tidak Terima Di ingatkan Pakai Masker

ilov.eu.org Cyber Media
Image
TerTangkap layar Dengan video, seorang pria hampir Saja adu jotos dengan warga Lainnya di daerah Bogor. | Instagram/@fakta.indo

ILOV.EU.ORG, Ada Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yg ingin berkelahi dengan warga di Kompleks Taman Rezeki daerah Cibinong, Kabupaten nya di media sosial.

Video setelah diposting akun @fakta.indo pada Senin (13/4/2020). Video telah ditonton lebih dari 200 ribu kali lebih sejak dua jam diposting.

Dan Dalam video jelas terlihat, pria berbaju biru mengajak berkelahi warga. Wargapun sempat terpancing emosinya, beruntungnya ada sekuriti yang melerainya.

Dalam keterangan video yang diposting akun @fakta.indo itu, dijelaskan bahwa pria berbaju biru mengajak berkelahi warga karena tidak terima diingatkan pakai masker. Padahal, warga Kompleks Taman Rezeki sepakat bila memasuki areanya wajib mengenakan masker guna mencegah penularan wabah virus Corona atau Covid-19.

"Tak terima ditegur agar pake masker, pria berbaju biru ini ribut dengan warga. Pria berkaos biru yang mengaku kerja di Mabes itu, ngeyel masuk ke kompleks tidak pakai masker, cuma ditentengin maskernya. Kejadian di Kompleks Taman Rezeki Cibinong, Kab. , pukul 10.15 WIB," tulis akun @fakta.indo (instagram).

Akun tersebut mengingatkan semua pihak agar mentaati imbauan pemerintah, salah satunya mengenakan masker ketika beraktivitas.

"Presiden RI aja pake masker. Salam damai," tuturnya.

Warganet pun yang melihat kejadian itu tampak geram dengan aksi pria berbaju biru tersebut. Mereka berharap pria itu meminta maaf sesegera mungkin.

"Ditunggu minta maaf sama muka polosnya," tulis Bayu.

"Ditunggu permintaan maafnya sambil nangis-nangis," timpal Nanang.

Nhaaa… dari kejadian ini Sooo/! marilah kita mawas diri untuk mengambil hikmah dari kejadian tersebut, agar kita sebagai manusia yg bijak tau diri dan mampu memahami segala situasi, demikian tulisan ini semoga bermanfaat, salam santun.

Seorang Kakek di Gunungkidul Belajar Nyetir Mobil: Tabrak Orang, Motor, dan 3 Sepeda


Seorang Kakek di Gunungkidul Belajar Nyetir Mobil: Tabrak Orang, Motor, dan 3 Sepeda

ilov.eu.org Cyber Media
zgjwhc3clojbx83wjv2i.jpg
Ilustrasi Belajar Mengemudi (Foto: pexels)

Sukadi (55), kakek yang tinggal di Paduluhan Budegan 2, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, tabrak pengendara motor dan sepeda. Bermaksud ingin belajar mengemudi mobil, ia justru memakan korban karena mobilnya tak bisa dikendalikan dan akhirnya menabrak orang di sekitar lokasi tempat kakek ini belajar, Minggu petang (12/4/2020).

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian tersebut menjadi buah bibir di media sosial. Bahkan di Pasar Argosari Wonosari dan juga Pasar Hewan Siyono yang merupakan lokasi kejadian, peristiwa tersebut menjadi bahan gunjingan sebagian besar penghuni pasar.

Sebagian besar menyesalkan apa yang dilakukan oleh Sukadi. Warga menyesalkan yang masih ingin belajar mengendarai mobil meskipun sudah berusia senja. Akibat hal tersebut, seorang remaja terpaksa dirawat di rumah sakit setelah mengalami patah tulang.

Kapolsek Playen, AKP M Yusuf Tian Otak, menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Saat itu, Sukadi berniat belajar mobil di pasar hewan Siyono menggunakan mobil Starlet B 1842 ZEP, Sukadi didampingi oleh Dwi Romadhoni (30), tetangganya yang duduk di sebelah kirinya dan di kursi bagian belakang ada 3 orang penumpang.

"Saat itu, pengemudi baru berniat memajukan mobilnya," tutur Yusuf, Senin (13/4/2020).

Namun, mobil justru melaju tanpa terkendali dan menabrak beberapa bangunan di pasar Siyono seperti gapura dan pintu gerbang, 3 buah sepeda onthel yang terparkir dan juga sebuah sepeda motor. Mobil yang dikendarai Sukadi tersebut juga menabrak Dita Khaerunisa, remaja asal Padukuhan Pakelrejo, Desa Piyaman, yang kebetulan sedang nongkrong di pasar tersebut.

Setelah menabrak beberapa bangunan, mobil baru berhenti setelah menabrak sepeda motor matik AB 3009 PW dan pembatas jalur trotoar Pasar Hewan Siyono. Akibat peristiwa tersebut, Dita dilarikan ke RS Nur Rohmah karena mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.

"Penumpang yang di depan sebelah kiri juga terpaksa diantar ke rumah sakit PKU Muhammadiyah Gunungkidul karena tangannya patah," terangnya.

Polisi kini telah mengamankan barang bukti seperti mobil, sepeda motor dan juga 3 buah sepeda ontel. Polisi terus memeriksa pengemudi dan sejumlah saksi termasuk ingin memastikan kondisi mobil digunakan apakah masih layak dari sisi keselamatan.