Al-Mawasi Dibombardir: Rumah Warga Palestina Luluh Lantak, Keluarga Kehilangan Segalanya
π️ Al-Mawasi Dibombardir: Rumah Warga Luluh Lantak, Keluarga Kehilangan Segalanya
Serangan udara dan darat yang dilancarkan oleh pasukan pendudukan Israel menghantam pemukiman warga di Al-Mawasi, Khan Younis, selatan Jalur Gaza. Puluhan rumah hancur total, sementara sisanya rusak parah tidak layak huni. Kawasan yang sebelumnya dianggap relatif aman kini berubah menjadi lautan puing dan keputusasaan.
— Mohammad Al-Najjar, warga Al-Mawasi yang selamat
π¨ Kondisi Rumah: Rusak Parah Hingga Rata Tanah
Berdasarkan kesaksian warga dan laporan tim darurat Palestina, lebih dari 45 unit rumah di blok timur Al-Mawasi hancur total. Sebanyak 70 unit rumah lainnya mengalami kerusakan berat: dinding retak dan ambruk, jendela dan pintu hancur, serta instalasi listrik dan air putus total. Beberapa rumah masih menyisakan kerangka beton yang nyaris roboh setiap saat.
Tim relawan yang tiba di lokasi beberapa jam setelah serangan menggambarkan pemandangan yang memilukan: pakaian anak-anak berserakan di antara puing-puing, mainan yang hancur, serta sisa-sisa perabotan rumah tangga yang tidak lagi berbentuk.
45+ unit
Tidak bisa dihuni, perlu dibangun ulang dari nol.
70+ unit
Dinding ambrol, struktur tidak aman.
550+ jiwa
Termasuk anak-anak dan lansia.
- Lokasi terdampak paling parah: Jalan Al-Mughrabi dan lingkungan Al-Athar, Al-Mawasi.
- Jenis serangan: Pesawat F-16 dan artileri darat dengan roket berat.
- Warga yang kehilangan tempat tinggal: Diperkirakan 320 keluarga kini mengungsi di tenda darurat.
- Akses air bersih: Terputus total di 6 blok pemukiman.
- Tim penyelamat: Hanya 2 unit alat berat yang beroperasi, sisanya manual.
π Di Bawah Puing: Ayah Mencari Anak, Ibu Menangis Tak Berdaya
Di tengah kepulan debu, seorang ayah bernama Khalid Abu Shabab (42 tahun) ditemukan sedang menggali puing rumahnya dengan tangan kosong. Dua anaknya masih belum ditemukan. "Mereka tertidur di sampingku. Sekarang aku hanya mendengar suara tangis mereka di bawah reruntuhan, tapi aku tidak bisa menjangkau. Tolong, aku kehilangan segalanya," katanya sambil terus menggali.
Para tetangga dan tim medis yang tiba kemudian membantu evakuasi. Hingga berita ini diturunkan, puluhan korban luka telah dilarikan ke Rumah Sakit Nasser terdekat, yang sudah kewalahan menampung pasien dengan persediaan medis terbatas.
π· "Kami Hanya Ingin Hidup Damai di Rumah Kami"
Fatima (29 tahun), seorang ibu dari tiga anak, duduk termangu di atas tumpukan batu yang dulunya adalah ruang keluarganya. "Aku menyaksikan rumahku runtuh di depan mataku. Semua foto pernikahan, pakaian anak-anak, bahkan tempat tidur mereka — semuanya hilang. Sekarang kami hanya memiliki puing dan kenangan pahit. Kami tidak mengerti apa kesalahan kami sehingga rumah kami harus dihancurkan," ujarnya dengan suara bergetar.
Sejak serangan dimulai, keluarga Fatima mengungsi ke tenda darurat yang terbuat dari terpal bekas. Di tempat pengungsian itu, kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi pemandangan sehari-hari. Anak-anaknya menderita dehidrasi dan infeksi kulit karena minimnya fasilitas sanitasi.
- 0 tenda layak dari UNRWA yang tersedia untuk korban baru (stok habis).
- Air minum: Hanya 2 tangki air untuk 500 orang per hari.
- Sanitasi: Tidak ada toilet darurat yang memadai, risiko wabah penyakit meningkat.
- Anak-anak putus sekolah: 100% sekolah di sekitar area hancur atau dijadikan shelter.
π―️ Solidaritas untuk Al-Mawasi: Setiap Bantuan Berarti
Ribuan keluarga di Gaza kini kehilangan tempat berteduh, terutama di Khan Younis dan sekitarnya. Meskipun keputusasaan menyelimuti, semangat warga Palestina untuk bertahan hidup tidak pernah padam. Mereka masih menolak meninggalkan tanah air mereka meskipun rumah mereka rata dengan tanah.
Anda dapat membantu melalui lembaga-lembaga kemanusiaan yang saat ini bekerja di Gaza, seperti Palestinian Red Crescent Society (PRCS), UNRWA, Islamic Relief, dan Medical Aid for Palestinians (MAP). Setiap kontribusi — sekecil apapun — dapat menyediakan makanan hangat, air bersih, selimut, dan perlindungan darurat bagi mereka yang kehilangan segalanya.
