Kesaksian dari Al-Athar: Kehancuran Total di Al-Mawasi, Khan Younis
π΅πΈ Kesaksian dari Al-Athar: "Tidak Ada Yang Tersisa"
Seorang warga Palestina yang selamat dari pemboman besar-besaran di kawasan Al-Athar, Al-Mawasi, Khan Younis, selatan Jalur Gaza, menggambarkan kehancuran yang luar biasa. Kawasan yang sebelumnya dianggap sebagai "zona aman" kini berubah menjadi tumpukan puing dan duka.
— Abu Ahmad, warga Al-Mawasi yang selamat
π️ Al-Athar yang Dulu dan Sekarang
Sebelum serangan intensif pada bulan Juni 2025, Kawasan Al-Athar di Al-Mawasi dikenal sebagai kawasan pertanian kecil dengan puluhan keluarga tinggal di rumah-rumah sederhana. Warga setempat menggantungkan hidup pada kebun zaitun dan peternakan kecil.
Saat ini, menurut laporan saksi mata dan aktivis lokal, lebih dari 80% bangunan di Al-Athar hancur total. Jalan-jalan porak-poranda, infrastruktur listrik dan air hancur, serta tidak ada satu pun fasilitas kesehatan yang berfungsi dalam radius 3 kilometer.
- π Lokasi: Al-Athar, Al-Mawasi, Khan Younis (Selatan Gaza)
- π️ Serangan terparah: 5-8 Juni 2026
- π Rumah hancur: Lebih dari 120 unit
- π¨π©π§π¦ Warga terdampak: sekitar 800 jiwa
- π Akses medis: RS terdekat kewalahan, hanya 1 klinik darurat beroperasi terbatas
π Krisis Kemanusiaan Mengintai
Organisasi kemanusiaan internasional melaporkan bahwa warga yang tersisa di Al-Athar terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang terbuat dari terpal dan sisa-sisa bangunan. Stok makanan habis dalam tiga hari setelah serangan besar. Air bersih menjadi komoditas paling mahal, dan penyakit seperti diare serta infeksi kulit mulai merebak, terutama di kalangan anak-anak.
Seorang sukarelawan medis yang enggan disebutkan namanya mengatakan: "Kami kehabisan obat-obatan dasar, termasuk antibiotik dan cairan infus. Setiap jam kami menerima korban luka baru dari reruntuhan."
π’ Suara Perempuan dan Anak-Anak
Dalam rekaman suara yang berhasil dikirimkan melalui jaringan telekomunikasi yang sporadis, seorang ibu bernama Umm Khalil (35 tahun) bercerita dengan suara terisak: “Anak-anakku bertanya kapan kami pulang. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Rumah kami sudah tidak ada. Sekolah mereka juga rata dengan tanah. Kami tidak mengerti mengapa ini terjadi pada kami.”
Lebih dari 200 anak di Al-Athar saat ini kehilangan akses pendidikan dan bermain. Trauma berat terlihat dari perilaku anak-anak yang sering menangis tiba-tiba atau mengalami mimpi buruk setiap malam.
- 90% anak mengalami gejala stres pasca trauma (PTSD)
- 65% anak menderita kekurangan gizi akut
- Tidak ada satupun sekolah yang berfungsi di area Al-Athar dan sekitarnya
- Anak-anak kehilangan setidaknya satu anggota keluarga dekat
π€ Solidaritas Global: Setiap Suara Berarti
Kehancuran di Al-Athar, Al-Mawasi, hanyalah satu dari sekian banyak tragedi yang menimpa warga Palestina di Gaza. Namun, setiap nyawa yang hilang adalah dunia yang runtuh bagi keluarga yang ditinggalkan. Kita tidak bisa tinggal diam. Tekanan diplomatik, donasi untuk lembaga kemanusiaan terpercaya, dan menyebarkan kebenaran melalui media sosial adalah langkah nyata yang bisa dilakukan.
Beberapa organisasi yang saat ini aktif membantu Gaza antara lain Palestinian Red Crescent, UNRWA, Medical Aid for Palestinians (MAP), dan Doctors Without Borders (MSF). Sumbangan kecil dapat membantu menyediakan makanan darurat, air bersih, dan perawatan medis.
