Khan Younis, Gaza — Serangan udara Israel tidak hanya merobek-robek tenda-tenda di kawasan Al-Mawasi, tetapi juga memaksa sekitar 200 keluarga Palestina yang sudah mengungsi untuk kembali kehilangan tempat berlindung. Serangan itu menghancurkan satu-satunya perlindungan mereka dan membakar habis barang-barang yang tersisa.
Dalam serangan tersebut, seorang wanita dan putri kecilnya gugur. Sementara para penyintas lainnya terpaksa memulai lagi perjalanan pengungsian yang tak pernah usai — membawa hanya kenangan yang berhasil mereka selamatkan, setelah kehilangan semua harta benda dan rasa aman.
Al-Mawasi selama ini menjadi salah satu kawasan yang dianggap relatif aman oleh warga sipil yang mengungsi dari pertempuran di berbagai wilayah Gaza. Namun serangan terbaru ini menunjukkan bahwa tidak ada zona aman yang benar-benar terjamin di tengah konflik yang berkepanjangan.
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa banyak dari keluarga yang terdampak kini tinggal di ruang terbuka tanpa tenda, dengan persediaan makanan dan air yang sangat terbatas. Organisasi kemanusiaan setempat berupaya memberikan bantuan darurat, namun akses yang terbatas dan terus-menerusnya pemboman menyulitkan upaya evakuasi dan distribusi logistik.